Sabtu, 26 Juni 2010

konsep hisab bayang bayang

bayangan arah kiblat
bayangan kiblat adalah bayangan scriap bcmla yang bcrdiri tcgak lurus di permukaan Inimi berimpit dengan ;irah kiblat, su-hingga langsungmenunjukkan arah kiblat. Hal damkianini tcntu-nya tcrjadi pada siang hari, karcna bayangan yang cliinaksnd ndalah sinar matahari yang tcrhahing ok'h bcnda yang bcrsangkutan.
A. bkberapa istilah
Sebclum Icbih lanjut mcmbicarakan bayangan arah kiblat, ada baiknya mengetahui 6 istilah bcrikut ini :
1. Deklinasi Matahari. 4. Waktu Sctcmp.it.
2. Equation of Time. 5. Waktu Dacrah.
3. Meridian Pass. 6. Intcrpolasi Wakiu.
1. Deklinasi Matahari
Deklinasi matahari atau Mailas Sjams adalah jarak scpanjang lingkaran deklinasi dihitung dari equator sampai matahari, DaJam astronomi dilambangkan dengan 5 (delta)


















Untuk mcmpermudah dalam penyclidikan benda-benda langir diperlukan wakru yang retap (constant) yakni sehari semalam 24 jam yang disebut dengan Waktu Pertengahan arau Waktu Wasatty, Wakru ini didasarkan pada peredaran matahari hayalan serta peredaran bumi mengelilingi matahari berbenruk lingkaran (bukan ellips).

Dengan demikian Equation of Time :
Equation of Time - Waktu Hakiki - Waktu Pertengahan
Sedangkan Waktu Pertengahan :
Waktu Pertengahan - Waktu Hakiki - Equation of Time
Nilai Equation of Time pun mengalami perubahan dari waktu ke waktu selama satu tahun. Nilai ini dapat dikerahui pada tabel-tabel astronomis, misalnya Almanak Nautika, Ephemeris, aiau pada daftat terlampir.

Equation of Time
3. Meridian Pass
Meridian Pass (MP) adalah waktu pada saat matahari tepat di titik kulminasi atas atau tcpat di meridian langit menurut waktu pertengahan, yang menurut waktu hakiki saat itu menjunjukkan tepat jam 12 siang.
MP ini dapat dihitung dcngan rumus MP = 12 - e , dimana e adalah equation of time. Meridian Pass ini sangat penting artinya dalam pcrhitungan ilmu falak, karena ia merupakan pangkal ukur selama sudut waktu.
4. Waktu Setempat
Waktu setcmpat adalah waktu pertengahan menurut bujur tempat di suatu tempat, sehingga sebanyak bujur tempat di per-mukaan bumi sebanyak itu pula waktu pertengahan didapati. Waktu demikian ini disebut pula dengan Local Mean Time (UVlT)
Misalnya jam 10 waktu pertengahan di Yogyakarta berbeda dengan jam 10 waktu pertengahan di Jakarta dan bcrbcda pula dengan jam 10 waktu pertengahan di Medan. Schingga apabila ada tiga orang masing-masingbertempat tinggal di tiga kota tersebuc (Yogyakarta, Jakarta, dan Medan) berjanji akan bertemu di suatu tcmpat pada jam 12 waktu pertengahan, tcntunya akan muncul pertanyaan yakni waktu pertengahan menurut mana P karena ketiga koia tcrsebut mas ing-making memiliki jam 12 waktu pertengahan yang antara satu dengan lainnya beda discbabkan oleh bujur tcmpat ketiga kota tcrsebut berbeda. Untuk mengatasi pcroalan ini dibuallah kclompok waktu yang kemudian dikenal dengan nama Waktu Daerah (Zone Time}.
5. Waktu Daerah
Waktu dacrah adalah waktu yang diberlakukan untuk satu wilayah bujur tempat (meridian) tertcntu, sehingga dalam *atu wilayiih bujur ybs hanya bcrlaku satu waktu dacrah. Oleh karena-nya, dacrah dalam satu wilayah itu discbut Dearah Kesaluan Waken.
Pembagian wilayah dacrah kcsatuan waktu pada dasarnya berdasarkan pada kclipatan bujur tcmpat 15" (360" : 24 jam x 1") yang dihitung mulai bujur tempat yang melewati kota C Irecnwich Q. = 0").
Sementara bcrdasarkan Kcputusan Presiden RT (Soeharto) nomor 41 tahun 19H7 tanggal 26 Nopembcr 1987 (mencabur Kepres nomor 243 tahun 1963 - Soekarno) wilayah Indonesia terbagi atas tiga dacrah waktu, yaitu :
a.Waktu Indonesia Barat (WIB) yang perpcdoman pada 105° BT (GMT + 7 jam), meliputi:
l) seiuruh IJropinsi Daerah Tingkat I Sumatra.
2) Seluruh Propinsi Daerah Tingkat I Jawa dan Madura.
3) Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat.
4) Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah.
b. Waktu Indonesia Tengah (WITA) yang pcrpedoman pada 120° BT (GMT + 8 jam), meliputi:
1) Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Ttmur.
2) Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Sclatan.
3) Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
4) Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat.
5) Propinsi Daerah Tingkat 1 Nusa Tenggara Timur.
6) Propinsi Daerah Tingkat I ^TimorTimuf).
7) Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi.
c. Waktu Indonesia Timur (WIT) yang pcrpedoman pada 135" BT (GMT + 9 jam), meliputi :
1) Propinsi Daerah Tingkat I Maluku.
2) Propinsi Daerah Tingkat 1 Irian Jaya.
Dcngan Waktu dacrah semacam ini, persoalan sepeni di atas dapat teraiasi. Kalau dikatakan jam 12 WIB, rnaka bagi orang Yogyakarta, orang Jakarta, rnaupun orang Mcdan adalah sama, karena sebagai acuannya adalah bujur tempat (meridian) 105" (bukan bujur tempat masing-masing kota itu).
6. Interpolasi Waktu
LIntuk merubah dari waktu pcrtcngahan mcnjadi waktu daerah diperlukan koreksi yang disebut Inttrpolasi Waktu. Fnterpolasi waktu ini pada dasarnya adalah wakru yang digunakan oleh matahari hayalan mulai saat bcrkulminasi aras di suaru tempat sampai saat ia berkulminasi atas di tempat lain. Olch karenanya, intcrpolasi waktu dapat dipahami scbagai "sclisih waktu antara dua tempat".
Harga interpolasi wakru dapat diketahui dengan cara menghitung sclisih bujur antara dua tempat kemudtan konversi menjadi waktu dengan rumus :
Interpolasi Waktu = ( K - Xd ) : 15
= 105" A-d WITA = 120° Ad WIT = 135°
Setelah incerpolasi waktu didapatkan, maka
Waktu Daerah = Waktu Pertengahan - Interpolasi Waktu
Misalnya ada pertanyaan :
"Di Yogyakarta ( X = 1 10" 21' BT ) jam 10' 15'" waktu periengahan, maka pada saat itu menurui WIB jam bcrapa?"
Jawabnya dapai dihitungsbb :
Intcrpolasi Waktu = ((110" 21' - 105") : 15) = 00' 21'" 24'1
WIB = 10' 1.9" - 00j 21"' 24'' = 09' 53™ 36'' |adi pada saai itu WIB menunjukkan jam 09' 53'" 36''

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar