Sabtu, 26 Juni 2010

pengantar ilmu falak

PENGANTAR ILMU FALAK
1.Pengertian Ilmu Falak
Menurut bahasa atau etimologi, falak (الفلك) artinya orbit atau lintasan benda-benda langit, sehingga ilmu falak adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit -khususnya bumi, bulan dan matahari- pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.
Ilmu ini disebut dengan ilmu falak, karena ilmu ini mempelajari lintasan benda-benda langit (الفلك). Ilmu ini disebut juga dengan ilmu hisab, karena ilmu ini menggunakan perhitungan الحساب) = perhitungan). Ilmu ini disebut juga ilmu rashd, karena ilmu ini memerlukan pengamatan الرشد) = pengamatan). Ilmu ini sering juga disebut ilmu miqat, karena ilmu ini mempelajari tentang batas-batas waktu الميقات) = batas-batas waktu). Dari keempat istilah di atas, yang populer di masyarakat adalah ilmu falak dan ilmu hisab.
Beberapa ilmu yang mempunyai obyek yang sama dengan ilmu falak antara lain:
Astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit secara umum.
Astrologi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh benda-benda langit itu terhadap kehidupan (nasib) seseorang di bumi. Astrologi ini yang dikenal dengan ilmu nujum.
Astrofisik adalah ilmu yang menerangan benda-benda langit dengan cara-cara, hukum-hukum, alat-alat dan teori-teori ilmu fisika.
Astromatrik adalah ilmu yang mempelajari pengukuran terhadap benda-benda langit dengan tujuan antara lain untuk mengetahui ukurannya dan jarak antara satu benda langit dengan benda langit lainnya.
Astromekanik adalah ilmu yang mempelajari gerak dan daya tarik benda-benda langit, dengan cara-cara, hukum-hukum dan teori-teori mekanika
Kosmografi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit dengan tujuan untuk mengetahui data dari seluruh benda-benda langit.
Kosmogoni adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang kejadiannya dan perkembangan selanjutnya.
Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk, tata himpunan, sifat-sifat dan perluasan dari jagat raya. Prinsip kosmologi mengatakan bahwa jagat raya adalah sama ditinjau pada waktu kapanpun dan di tempat manapun.
2.Ruang Lingkup Pembahasan
Ilmu falak atau ilmu hisab pada garis besarnya ada dua macam, yaitu ‘ilmiy dan ‘amaliy.
Ilmu falak ‘ilmiy adalah ilmu yang membahas teori dan konsep benda-benda langit, misalnya dari segi asal mula kejadiannya (kosmogoni), bentuk dan tata himpunannya (kosmologi), jumlah anggotanya (kosmografi), ukuran dan jaraknya (astrometrik), gerak dan gaya tariknya (astromekanik) dan kandungan unsur-unsurnya (astrofisik). Ilmu falak yang demikian ini disebut theorical astronomy.
Sedangkan ilmu falak ‘amaliy adalah ilmu yang melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda-benda langit antara satu dengan yang lainnya. Ilmu falak ‘amaliy ini disebut practical astronomy. Ilmu falak amalay inilah yang oleh masyarakat umum dikenal dengan ilmu falak atau ilmu hisab.
Bahasan ilmu falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu falak ini mempelajari empat bidang yaitu: arah kiblat, waktu-waktu shalat, awal bulan dan gerhana.
Ilmu falak membahas arah kiblat pada dasarnya adalah menghitung besaran sudut yang diapit oleh garis meridian yang melewati suatu tempat yang dihitung arah kiblatnya dengan lingkaran besar yang melewati tempat ybs dan ka’bah, serta menghitung jam berapa matahari itu memotong jalur menuju ka’bah.
Sedangkan ilmu falak membahas waktu-waktu shalat pada dasarnya adalah menghitung tenggang waktu antara ketika matahari berada di titik kulminasi atas dengan waktu ketika matahari berkedudukan pada awal waktu-waktu shalat.
Pembahasan awal bulan dalam ilmu falak adalah menghitung waktu terjadinya ijtima’ (konjungsi) yakni posisi matahari dan bulan berada pada satu bujur astronomi, serta menghitung posisi bulan ketika matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi itu.
Sementara yang dibahas dalam gerhana adalah menghitung waktu terjadinya kontak antara mathari dan bulan, yakni kapan bulan mulai menutupi matahari dan lepas darinya pada gerhana matahari, serta kapan pula bulan mulai masuk pada umbra bayangan bumi serta keluar darinya pada gerhana bulan.
Adpun buku-buku ilmu falak atau ilmu hisab yang berkembang di Indonesia antara lain:
Almanak Hisab Rukyat oleh Departemen Agama RI.
Arah Kiblat oleh Sa’aduddin Djambek Jakarta.
Astronomical Algorithms oleh Jean Meeus.
Badi’atul Misal oleh Makshum bin Ali Jombang.
Ad-Durusul Falakiyah oleh Makshum bin Ali Jombang.
Ephemeris Hisab Rukyat oleh Departemen Agama RI.
Fathur Roufil Mannan oleh Abdul Jalil Kudus.
Hisab Awal Bulan oleh Sa’aduddin Djambek Jakarta.
Hisab Urfi dan Hakiki oleh Wardan Diponongrat Yogyakarta.
Ilmu Falak dan Hisab oleh Wardan Diponingrat Yogyakara.
Ilmu Falak oleh Abdur Rachim Yogyakarta.
Ittifaq Dzatil Bain oleh Muhammad Zubair Gresik.
Al-Khulashatul Wafiyah oleh Zubair Umar Al-Jaelani Salatiga.
Al-Manahijul Ahmidiyah oleh Abdul Hamid Mursi Mesir.
Al-Matla’us Sa’id oleh Husain Za’id Mesir.
Newcomb oleh Abdur Rachim (LAMY) Yogyakarta.
Nurul Anwar oleh Noor Ahmad SS Jepara.
Al-Qawaidul Falakiyah oleh Abdul Fatah Ath-Thuhi Mesir.
Sullamun Nayyirain oleh Muhammad Mansur Jakarta.
Buku-buku ilmu falak di atas pada umumnya memuat data astronomis matahari dan bulan yang disajikan dalam bentuk tabel-tabel, baik menggunakan angka arab, angka hindi, bahkan ada yang menggunakan angka jumali. Kemudian untuk menyelesaikan perhitungan, ada yang cukup dengan cara penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian namun ada pula yang mengunakan alat bantu hitung. Alat bantu itupun ada yang berupa rubu’ mujayyab, dafar logaritma maupun kalkulator.
3.Manfaat Ilmu Falak
Dengan ilmu falak atau ilmu hisab, orang dapat memastikan ke mana arah kiblat bagi suatu tempat di permukaan bumi. Dengannya pula orang dapat memastikan waktu shalat sudah tiba atau matahari sudah terbenam untuk berbuka puasa. Dengannya pula orang yang melakukan rukyatul hilal dapat mengarahkan pandangannya ke posisi hilal.
Dengan demikian ilmu falak atau ilmu hisab dapat menumbuhkan keyakinan seseorng dalam melakukan ibadah sehingga ibadahnya lebih khusyu’. Nabi pernah bersabda:
إن خيار عباد الله الذين يراعون الشمس والقمر لذكرالله.
“Sesunggunya sebaik-baik hamba-hamba Allah adalah mereka yang selalu memperhatikan matahari dan bulan untuk megingat Allah”. (HR. Ath-Thabrani)
Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata:
من اقتبس علما من النجوم من حملة القرأن إزداد به إيمانا ويقينا.
“Barang siapa mempelajari ilmu tentang bintang-bintang atau benda-benda langit, sedangkan dia dari oranguyang sudah memahani al-Qur’an, niscaya bertambahlah ilmu dan keyakinannya”.
4.Hukum Mempelajari Ilmu Falak
Mengingat betapa besar manfaat ilmu falak seperti diterangkan di atas, lebih-lebih kalau dikaitkan dengan pelaksanaan ibadah, maka mempelajari ilmu falak atau ilmu hisab itu hukumnya wajib. Abdullah bin Husain berkata:
ويجب تعلم علم الفلك بل تحتم معرفته لما يترتب عليه معرفة القبلة وما يتعلق بالاهلة كالصوم سيما فى هذا الزمان لجهل الحكام وتساهلهم وتهورهم فإنهم يقبلون شهادة من لا يقبل بحال.
“Mempelajari ilmu falak itu wajib, bahkan diperintahkan untuk mempelajarinya, karena ilmu falak itu mencakup pengetahuan tentang kiblat dan hal-hal yang berhubungan dengan penanggalan misalnya puasa. Lebih-lebih pada masa sekarang ini, karena ketidaktahuannya para hakim (dalam ilmu falak), punya sikap mempermudah serta kecerobohan mereka, sehingga mereka menerima kesaksian (hilal) seorang yang mustinya tidak diterima”.
Para ulama, misalnya Ibnu Hajar dan ar-Ramli berkata bahwa bagi orang yang hidup dalam kesendirian, maka mempelajari ilmu falak itu fardhu ‘ain. Sedangkan bagi masyarakat banyak hukumnya fardhu kifayah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar